.

Showing posts with label Pasangan. Show all posts
Showing posts with label Pasangan. Show all posts

Monday, August 31, 2015

Enam alasan wanita lebih jatuh cinta kepada pria humoris


Pria umumnya akan jatuh cinta pada keindahan dan otak wanita. Di sisi lain, para wanita umumnya lebih menyukai pria yang memiliki rasa humor. Ya, dengan senyum dan tertawa akibat guyonan lucu dari pria, bisa membuat hatinya lebih nyaman.

Hal itu dirasa wajar, karena banyak wanita yang menyukai hal-hal konyol dan lelucon yang cerdas dari pria. Namun, bukan berarti wanita memaksa sang pria untuk menjadi pria yang humoris.

Berikut 6 alasan mengapa wanita lebih menyukai pria yang humoris, seperti dilansir dari Bold Sky.



1. Menghibur

Pria yang memiliki rasa humor tinggi bisa menghibur dan membuat wanita tersenyum dan bahagia setiap saat sepanjang hari. Dengan humor-humor yang menyenangkan dari pria, wanita akan semakin jatuh cinta karena menganggap pria tersebut cerdas dan tidak dibuat-buat. Hal ini yang menjadi salah satu alasan mengapa wanita jatuh cinta pada pria yang lucu.



2. Bukan tipe yang serius

Orang yang memiliki selera humor tinggi rata-rata tidak mudah tersinggung dengan pikiran atau perkataan wanita yang kadang ceplas-ceplos. Mereka tidak akan berpikiran sempit seperti pria dengan tipe yang serius. Ini adalah alasan terbaik untuk berkencan dengan pria yang lucu.


3. Percaya diri

Jenis pria yang lucu biasanya merupakan pria yang percaya akan dirinya sendiri. Mereka yakin dengan humor yang sedang diceritakan kepada wanita. Membuat wanita menjadi percaya terhadap pria tersebut jika memang sedang membicarakan hal yang serius. Hal ini bisa membuat wanita bahkan merasa cinta buta kepada pria humoris.


4. Berteman baik dengan yang lain

 Pria yang lucu umumnya tidak pernah membuat keributan dengan orang lain. Sebaliknya, pria lucu akan memiliki banyak teman yang menyenangkan juga. Jika Anda berpacaran dengan pria lucu, teman-teman Anda juga merasa tidak sungkan, karena pria ini bisa membawa suasana menjadi penuh canda.


5. Membuat wanitanya tertawa

Pria yang lucu adalah aset yang bagus untuk selalu membahagiakan wanitanya dalam situasi apapun. Ketika wanita merasa lelah, pria juga bisa menempatkan humor-humor yas pas untuk menghibur sang wanita. Dengan begitu, wanita akan lebih jauh dari perasaan stres atau pusing, karena pria humoris ini selalu siap untuk menghiburnya.


6. Kreatif

Pria yang lucu adalah pria yang kreatif. Dia mempunyai segudang bahan untuk dijadikan bahan humor yang membuat orang lain tertawa. Pria ini biasanya tidak akan kehabisan ide untuk mencairkan suasana agar lebih berwarna dan penuh canda tawa.

Ya, 6 alasan itulah yang membuat pria lucu sangat menarik bagi wanita. Wanita pasti memilih untuk dekat dengan pria lucu dari pada pria yang serius dan susah untuk diajak bercanda. Hubungan Anda dengan pria humoris juga akan banyak diselimuti hal-hal yang konyol sehingga bisa lebih harmonis.

Thursday, July 2, 2015

Sang Miliader, Merawat Sendiri Istri Selama 25 Tahun


Eko Pratomo Suyatno, siapa yang tidak kenal lelaki bersahaja ini? Namanya sering muncul di koran, televisi, di buku-buku investasi dan keuangan. Dialah salah seorang tokoh di balik kemajuan industri reksadana di Indonesia sekarang ini, juga seorang pemimpin dari sebuah perusahaan investasi reksadana besar di negeri ini. Ia tergolong miliader.

Dalam posisinya seperti sekarang ini, boleh jadi kita beranggapan, pria ini pasti super sibuk dengan segudang jadwal padat. Tulisan ini, bukan hendak menyoroti kesuksesan beliau sebagai eksekutif. Tetapi, kesehariannya yang luar biasa.
Usianya sudah tidak terbilang muda lagi, 60 tahun. Orang bilang sudah senja, bahkan sudah mendekati malam. Tapi Pak Suyatno masih bersemangat merawat istrinya yang sedang sakit. Mereka menikah sudah lebih 32 tahun. Dikaruniai 4 orang anak.
Cobaan menerpa, tatkala istrinya melahirkan anak yang ke empat. Tiba-tiba kakinya lumpuh dan tidak bisa digerakkan. Hal itu terjadi selama 2 tahun. Menginjak tahun ke tiga, seluruh tubuhnya menjadi lemah, bahkan terasa tidak bertulang. Lidahnya pun sudah tidak bisa digerakkan lagi.

Setiap hari sebelum berangkat kerja Pak Suyatno sendirian memandikan, membersihkan kotoran, menyuapi dan mengangkat istrinya ke tempat tidur. Dia gendong istrinya ke depan TV, agar tidak merasa kesepian. Istrinya sudah tidak dapat bicara, selalu hanya terlihat senyum. Untunglah kantor Pak Suyatno tidak terlalu jauh dari kediamannya, sehingga siang hari dapat pulang untuk menyuapi istrinya untuk makan siang.

Sorenya adalah jadwal memandikan istrinya, mengganti pakaian dan selepas maghrib dia temani istrinya nonton televisi sambil menceritakan apa saja yang dia alami seharian. Walaupun istrinya hanya bisa menanggapi lewat tatapan mata, namun bagi Pak Suyatno sudah cukup menyenangkan. Bahkan terkadang diselingi dengan menggoda istrinya setiap berangkat tidur. Rutinitas ini dilakukan Pak Suyatno lebih kurang 25 tahun.

Dengan penuh kesabaran dia merawat istrinya bahkan sambil membesarkan ke 4 buah hati mereka. Sekarang anak- anak mereka sudah dewasa, tinggal si bungsu yang masih kuliah. Pada suatu hari…saat seluruh anaknya berkumpul di rumah menjenguk ibunya – karena setelah anak-anak mereka menikah dan tinggal bersama keluarga masing-masing – Pak Suyatno memutuskan dirinyalah yang merawat ibu mereka karena yang dia inginkan hanya satu: semua anaknya dapat berhasil.

Dengan kalimat yang cukup hati-hati, si anak sulung berkata:
“Pak kami ingin sekali merawat ibu, semenjak kami kecil melihat bapak merawat ibu tidak ada sedikitpun keluhan keluar dari bibir bapak. Bahkan bapak tidak ijinkan kami menjaga ibu,” kata si sulung dengan air mata berlinang.

“Sudah ke empat kalinya kami mengijinkan bapak menikah lagi, kami rasa ibu pun akan mengijinkannya. Kapan bapak menikmati masa tua bapak? Dengan berkorban seperti ini, kami tidak tega melihat bapak, kami berjanji akan merawat ibu sebaik-baiknya secara bergantian,” tambah si melanjutkan permohonannya.

”Anak-anakku… Jika perkawinan dan hidup di dunia ini hanya untuk nafsu, mungkin bapak akan menikah lagi. Tetapi ketahuilah, dengan adanya ibu kalian di sampingku, itu sudah lebih dari cukup. Dia telah melahirkan kalian." Sejenak kerongkongannya tersekat.

"Kalian yang selalu kurindukan hadir di dunia ini dengan penuh cinta, tidak satu pun dapat dihargai dengan apa pun. Coba kalian tanya ibumu, apakah dia menginginkan keadaanya seperti ini? Kalian menginginkan bapak bahagia, apakah bathin bapak bisa bahagia meninggalkan ibumu dengan keadaanya seperti sekarang? Kalian menginginkan bapak yang masih diberi Tuhan kesehatan dirawat oleh orang lain, bagaimana dengan ibumu yang masih sakit?” Pak Suyatno menjawab hal yang sama sekali tidak diduga anak-anaknya.

Meledaklah tangis anak-anak Pak Suyatno. Mereka juga menyaksikan butiran-butiran kecil jatuh di pelupuk mata Ibu Suyatno, yang dengan pilu menatap mata suami yang sangat dicintainya. Sampailah akhirnya Pak Suyatno diundang oleh salah satu stasiun TV swasta di Jakarta untuk menjadi narasumber. Host mengajukan pertanyaan kepada Pak Suyatno, kenapa mampu bertahan selama 25 tahun merawat istrinya yang sudah tidak bisa apa-apa? Di saat itulah meledak tangis Pak Suyatno, bersama tamu yang hadir di studio yang kebanyakan kaum perempuan pun tidak sanggup menahan haru.

Pak Suyatno bercerita: “Jika manusia di dunia ini mengagungkan sebuah cinta dalam perkawinan tetapi tidak mau memberi waktu, tenaga, pikiran, perhatian, semua itu adalah kesia-siaan. Saya memilih istri saya menjadi pendamping hidup saya, yang sewaktu sehat dia dengan sabar merawat saya, mencintai saya dengan hati dan bathinnya, bukan dengan mata. Dia memberi saya empat anak yang lucu-lucu. Sekarang saat dia sakit karena berkorban untuk cinta kami bersama, itu merupakan ujian bagi saya, apakah saya dapat memegang komitmen untuk mencintai dia apa adanya. Jika dia sehat pun, saya belum tentu mau mencari penggantinya, apalagi dia sakit,” katanya sembari berurai air mata.

Setiap malam saya bersujud dan menangis. Saya hanya dapat bercerita kepada Allah di atas saja. Saya yakin hanya kepada Allah saya percaya untuk menyimpan dan mendengar rahasia saya. Cinta saya kepada istri saya, sepenuhnya saya serahkan kepada Allah.